Wednesday, June 24, 2009

Dari kemaren, ak merenungkan 2 orang temanku, 2 wanita usia dewasa (above 30 berarti usia dewasa kan). Sama2 mengalami "penderitaan". Udah bertahun2 pula menderitanya, tapi karena belakangan ini sering ada bersama ku, jadi ak tau n ak bisa mlihat apa yg mrk alami. Yang satu sebut lah dia si Fighter, dia berhasil naik, apakah jatuh bangun, tentu saja YA, apakah melimpah air mata, tentu saja YA, apakah merintih meraung dan berteriak? tentu saja YA, apakah pengen give up, ya iYA lah, wong masih manusia, tapi satu hal yang menonjol dari dia a/ dia makin berpegangan erat ama Tuhan, dia tak diijinkan lari ke yg laen, jd setiap hari cuman bisa bersimpuh di hadapan Tuhan. Disitulah ak melihat gmana Tuhan memeluk dia, menghibur dia, bahkan memberkati dia, yg tdk pernah dia pikirkan Tuhan kasih, dalam penderitaan nya Tuhan berikan hal2 yg mbuat dia bisa tersenyum dan bersyukur, dan dia belajar u/ taat, apakah gampang, TIDAK! Mengasihi org yg menyakiti kita? Mendoakan org yg menyakiti kita? Mengampuni org yg menyakiti kita? Sekali lagi TIDAK!! Ak tau betapa beratnya hal ini, ak pernah ditempat itu bo'. Ak cuma mengampuni teman, susah susah sekali, dia harus mngampuni belahan jiwanya. Tapi dia berhasil.

Temanku yang kedua, kita sebutkan si Nrimo, dia mngalami penderitaan, jg dlm hal belahan jiwa, tapi dia msh pake kekuatan diri sendiri, mrasa dirinya yg benar, n mrasa bhwa dia yg menjadi korban. Kalo ak pikir, dlm sgl masalah, kedua belah pihak pasti ada salahnya lah, mana bisa jd masalah kalo yg satu tetep cool kan? Sampai hr ini dia masih tetep di masalah yg sama, dah 3 taon setahu ak, berulang2 terus, tenang bentar berulang lagi, tenang bentar ulang lagi, tp gak mo berubah jg. Eh, ada perubahan dlm hal2 tertentu, tapi hal yang paling penting gak, relationship ama Tuhan. Jadilah dia muter2 disitu2 aja, kaya' balap F1 yang gak ada finishnya. Cape kan?

Dari mereka ak belajar banyak hal, tapi yg paling gigit otakku saat ini a/ ketaatan. Fighter taat, diajarin n dsuruh apa aja, "nurut" walau kadang2 dia nentang dulu. Nrimo? belum taat, harus didoain terus.

Emangnya taat itu enak? Gak banggets, matiin keinginan n kemauan itu. Ak kan pengen nya bgini bgitu, sdh kita atur seperti sutrada, tapi ada Kuasa yg lbh tau ttg kita, produser kita. Kalo dia yg ngatur pasti semuanya aman sentosa (bkn santosa ya), penuh damai sejahtera, sukacita. Kita kadang2 lupa akan hal ini, suka sok paling tahu. Awal ketaatan itu sebetulnya gampang loh, bilang "ya, ak mau". Itu aja dah mbikin Produser kita tersenyum dan mberikan berkat. Tapi abis itu dilakoni beneran, jangan cuma sekedar di bibir saja, hati musti turut ambil bagian, dan "action". Ntar kalo dah cukup, Produser (bkn sutradara diri sendiri) yg bilang "cut, good shot, wrap it up".

Di skul anakku, ak bljr ini :
1. Setiap langkah ketaatan akan membawa berkat dalam hidup.
2. Setiap langkah ketaatan akan membuat ak menjadi org yg lbh baik.
3. Ketaatan akan membawa ak pada tujuan hidupku

Jadi........... selalu dan selalu "pilihan ada ditangan kita". Mau fight ato nrimo, terserah, konsekwensi nya YAH TANGGUNG SENDIRI LAH YA, nikmati ato tangisi juga sendiri aja, oh tapi musti dibagi2 juga spy org lain belajar u/ bijaksana memilih, bukan bgitu??

Blessings,
I pray that you have "enough" (not more and not less)

No comments:

Post a Comment